12 TIPS MEMILIH ASURANSI

 

Posted 25 May 2022


Sumber gambar: www.zurich.co.id

 

 

1

Apakah perusahaan asuransi tersebut sudah terdaftar di OJK

Anda dapat mengeceknya melalui website resmi OJK.

https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Daftar-Perusahaan-Asuransi-Umum,-Jiwa,-Reasuransi,-Asuransi-Wajib-Dan-Asuransi-Sosial.aspx

 

 

2

Produk Asuransi yang Sesuai Kebutuhan

Terdapat banyak produk asuransi mulai dari Asuransi Kesehatan, Asuransi Jiwa, Asuransi Pendidikan hingga Asuransi Kendaraan.

 

Kamu bisa mulai dengan menjamin dua hal yang paling utama dulu, yaitu kesehatan dan jiwa. Asuransi kesehatan melindungi Anda saat jatuh sakit, mulai dari yang ringan sampai yang kritis. Sementara asuransi jiwa digunakan sebagai bentuk perlindungan terhadap hilangnya pendapatan akibat kematian pencari nafkah bagi keluarga tersebut.

 

Kalau kamu termasuk orang yang sering sakit atau punya kondisi medis tertentu, kamu bisa memprioritaskan untuk memiliki asuransi kesehatan terlebih dahulu. Premi asuransi kesehatan umumnya lebih besar daripada asuransi jiwa.

 

Di sisi lain, kalau tidak mudah sakit, Anda bisa memprioritaskan asuransi jiwa yang preminya lebih terjangkau. Terlebih lagi kalau Anda punya tanggungan.

 

Saat memasuki masa pensiun, risiko kesehatan tentunya semakin meningkat. Karena itu, cek coverage asuransi kesehatan yang kamu miliki saat ini dan lihat apakah sudah meliputi penyakit-penyakit yang cenderung datang di hari tua. Jika saat ini belum ter-cover, salah satu produk yang direkomendasikan adalah asuransi penyakit kritis.

 

3

Pilih asuransi murni

Mungkin kamu pernah mendengar dua jenis asuransi, yaitu asuransi murni dan asuransi unit link. Unit link merupakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Jika kamu sudah memiliki instrumen investasi sendiri, seperti reksadana atau emas, pilihlah asuransi murni agar manfaat yang didapat lebih maksimal.

 

4

Hindari pilih asuransi dengan tawaran cash plan

Cash plan adalah asuransi yang pemberian manfaatnya dihitung hanya berdasarkan lama rawat inap, tanpa mengindahkan tagihan lainnya. Sederhananya begini, ketika kamu mengalami rawat inap selama 3 hari dengan biaya kamar sebesar 1 juta per hari maka pihak asuransi hanya akan membayarkan total tagihan biaya kamar sebesar 3 juta, tanpa mempertimbangkan tagihan biaya lainnya, seperti biaya kunjungan dokter, dan biaya obat.

 

5

Pelajari sistem asuransi

Ada 2 jenis sistem klaim asuransi, yaitu reimburse dan cashlessJika sistem klaim asuransi  adalah reimburse, ketika rawat inap atau kecelakaan berkendara, kamu perlu membayar semua biaya yang muncul terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kamu dapat mengajukan klaim penggantian biaya (reimburse) ke pihak asuransi. Sebaliknya, sistem cashless, kamu cukup menunjukkan kartu anggota saja tanpa perlu menalangi biaya yang muncul untuk mendapatkan perawatan.

 

6

Melihat Track Record Perusahaan Asuransi

Pilihlah perusahaan yang telah berdiri belasan hingga puluhan tahun. Itu akan memudahkanmu menganalisa rekam jejak dan reputasinya. Cari informasi mengenai penanganan klaim nasabah dari perusahaan asuransi ini.

 

7

Cek apakah keuangan perusahaan asuransi tersebut stabil

Kesehatan keuangan perusahaan asuransi dapat dilihat melalui besaran Risk Base Capital (RBC) atau rasio solvabilitas. RBC minimal adalah 120%, angka ini dapat diketahui lewat laporan neraca keuangan. Semakin besar rasio RBC, semakin sehat kondisi finansialnya. Sebagai contoh pada kuartal kedua di tahun 2021, tingkat RBC Prudential yakni 428%.



Sumber: https://www.prudential.co.id/id/about-prudential-indonesia/financial-statement/

 

OJK mewajibkan seluruh perusahaan asuransi memberi tahu kepada nasabahnya seberapa jauh tingkat RBC perusahaan. Sehingga calon nasabah dapat memperkirakan apakah perusahaan memang mampu memenuhi janji pembayaran atau klaim saat diperlukan.

 

8

Jangan Menunda Membeli Asuransi

Pertimbangannya begini, semakin bertambah usia maka semakin besar risiko kita jatuh sakit. Jangan heran jika premi yang dibebankan untuk nasabah yang lebih tua lebih mahal daripada nasabah yang berusia muda.


9

Tanyakan secara rinci

Tanyakan mengenai manfaat yang diberikan, cakupan proteksi, proses klaim, hak dan kewajiban nasabah, dan pengecualian jaminannya (alasan penolakan pengajuan klaim oleh pihak perusahaan perasuransian). 

Perhatikan gambaran tentang berapa lama proses penerbitan polis, pelayanan atau servis tambahan yang diberikan, kualitas rekanan yang ditunjuk (seperti rumah sakit, bengkel rekanan, dan lainnya). 

Selain itu, sebagai nasabah kita punya hak untuk memikirkan kembali program yang kita ikuti dan bahkan membatalkannya dalam tempo 14 hari kalender sejak buku polis diterima. Jadi seandainya buku polis sudah diterima dan kita berubah pikiran, maka kita bisa membatalkan polis tersebut dan uang preminya akan dikembalikan dengan dipotong biaya admin.

 

10

Pilih agen yang memiliki lisensi

Agen yang memiliki lisensi adalah agen resmi yang keberadaannya terdaftar dan diawasi oleh pemerintah. Di Indonesia, salah satu cara untuk memastikan status agen asuransi itu resmi atau tidak dapat dilakukan dengan mengecek keanggotaannya dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) [https://aaji.or.id/Agen].

 

Memilih asuransi dari agen yang berlisensi ini penting karena ia cenderung sudah berpengalaman dan dapat membantumu ketika mengajukan klaim. Agen yang qualified biasanya memiliki gelar sertifikasi perencanaan keuangan seperti CFP, RFP, QWP, atau AWP. Cara lainnya, bisa dengan mengetahui apakah mereka sudah mencapai title Million Dollar Round Table (MDRT) yang merupakan title bagi mereka yang sudah mencapai jumlah penjualan tertentu.

 

11

Kalau sudah berkeluarga, pilih asuransi keluarga

Mengapa kamu perlu memilih asuransi keluarga? Tujuan utamanya adalah menghemat biaya. Seandainya ada dua anggota keluarga yang jatuh sakit dalam waktu bersamaan, kamu akan lebih mudah mengurus keperluan klaimnya.

 

12

Pastikan mampu membayar premi

Alokasi penghasilan untuk membayar premi asuransi berkisar 5-10% dari penghasilan bulanan kita.

 

Source:

https://www.zurich.co.id/id-id/blog/articles/2019/09/tips-memilih-asuransi-untuk-para-pemula-yang-harus-diperhatikan

https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/tips-memilih-asuransi-/

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/146

https://www.manulife.co.id/id/artikel/cara-memilih-asuransi-yang-baik-di-setiap-tahapan-kehidupan-anda.html

https://lifepal.co.id/media/cara-memilih-perusahaan-asuransi-yang-aman-dan-ideal/

https://www.car.co.id/id/ruang-publik/tips-trik/careinsurance/tips-memilih-asuransi-jiwa-yang-tepat 

https://www.cermati.com/artikel/tips-memilih-asuransi-jiwa-yang-tepat

https://finansial.bisnis.com/read/20211106/215/1462817/ojk-bagi-tips-memilih-asuransi-agar-tak-menyesal-di-kemudian-hari

https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/12/203000565/8-hal-yang-wajib-dipahami-sebelum-memilih-asuransi-apa-saja-?page=all

https://www.prudential.co.id/id/about-prudential-indonesia/financial-statement/

https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Daftar-Perusahaan-Asuransi-Umum,-Jiwa,-Reasuransi,-Asuransi-Wajib-Dan-Asuransi-Sosial.aspx


Komentar